Pengertian, Karakteristik, dan Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah
Pengertian, Karakteristik, dan Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah
Karya Tulis Ilmiah biasa disingkat Karya Ilmiah (Scientific Paper)-- adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Karya ilmiah sering juga disebut "tulisan akademis" (academic writing) karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi --dosen dan mahasiswa. Karya ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).
Karakteristik Karya Ilmiah
Karakteristik karya ilmiah yang membedakannya dengan tulisan non-ilmiah antara lain:
- Mengacu pada teori sebagai landasan berpikir (kerangka pemikiran) dalam pembahasan masalah.
- Lugas --tidak emosional, bermakna tunggal, tidak menimbulkan interprestasi lain.
- Logis --disusun berdasarkan urutan yang konsisten
- Efektif --ringkas dan padat.
- Efisien -- hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
- Objektif berdasarkan fakta --setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya,
sebenarnya, dan konkret. - Sistematis --baik penulisan dan pembahasan
sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku.
Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah
1. Artikel
Dalam istilah jurnalistik, artikel adalah tulisan berisi pendapat subjektif penulisanya tentang suatu masalah atau peristiwa.
Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran dan kajian pustaka atau hasil pengembangan proyek.
Sistematika Artikel:
Dalam istilah jurnalistik, artikel adalah tulisan berisi pendapat subjektif penulisanya tentang suatu masalah atau peristiwa.
Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran dan kajian pustaka atau hasil pengembangan proyek.
Sistematika Artikel:
- Judul
- Nama Penulis -- tanpa gelar akademik
- Abstrak --ringkasan tulisan, gambaran umum isi artikel.
- Kata Kunci --3-5 keywords.
- Pendahuluan -- latar belakang masalah dan rumusan singkat (1-2 kalimat) pokok bahasan dan tujuannya.
- Kerangka Teori (Kajian Teori) --dasar teori yang menjadi acuan.
- Pembahasan --kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis
- Penutup -- simpulan dan saran
- Daftar Pustaka
2. Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah biasanya disajikan dalam sebuah seminar atau dipresentasikan di kelas (tugas perkuliahan).
Makalah juga diartikan sebagai karya ilmiah mahasiswa mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Makalah mahasiswa umumnya merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan suatu perkuliahan, baik berupa kajian pustaka maupun hasil kegiatan perkuliahan lapangan.
Pengertian yang lain dari makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertasi analisis yang logis dan objektif. Makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah.
Sistematika Makalah:
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah biasanya disajikan dalam sebuah seminar atau dipresentasikan di kelas (tugas perkuliahan).
Makalah juga diartikan sebagai karya ilmiah mahasiswa mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Makalah mahasiswa umumnya merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan suatu perkuliahan, baik berupa kajian pustaka maupun hasil kegiatan perkuliahan lapangan.
Pengertian yang lain dari makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertasi analisis yang logis dan objektif. Makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah.
Sistematika Makalah:
- Pendahuluan
- Pembahasan
- Kesimpulan
3. Kertas Kerja
Kertas kerja (work paper) pada prinsipnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam dan dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Kertas kerja itu menjadi acuan untuk tujuan tertentu dan bisa diterima atau dimentahkan oleh forum ilmiah.
4. Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi (Diploma/S1/S2/S3). Sistematika penulisannya sama dengan artikel atau makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi masing-masing.
5. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Skripsi berisi tulisan sistematis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendaagt (teori) orang lain.
Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.
6. Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana) yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
7. Disertasi
Disertasi --disebut juga "Ph.D Thesis"-- adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (meraih gelar Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal.
8. Artikel Ilmiah Populer
Selain ketujuh jenis karya ilmiah, ada juga yang disebut artikel ilmiah populer, yaitu artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa (suratkabar, majalah, tabloid).
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Artikel ilmiah ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik, tetapi untuk "dikomunikasikan" kepada publik melalui media massa.
Kertas kerja (work paper) pada prinsipnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam dan dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Kertas kerja itu menjadi acuan untuk tujuan tertentu dan bisa diterima atau dimentahkan oleh forum ilmiah.
4. Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi (Diploma/S1/S2/S3). Sistematika penulisannya sama dengan artikel atau makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi masing-masing.
5. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Skripsi berisi tulisan sistematis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendaagt (teori) orang lain.
Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.
6. Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana) yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
7. Disertasi
Disertasi --disebut juga "Ph.D Thesis"-- adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (meraih gelar Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal.
8. Artikel Ilmiah Populer
Selain ketujuh jenis karya ilmiah, ada juga yang disebut artikel ilmiah populer, yaitu artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa (suratkabar, majalah, tabloid).
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Artikel ilmiah ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik, tetapi untuk "dikomunikasikan" kepada publik melalui media massa.
9 Contoh Narrative Text Fable Lengkap Arti dan Generic Structure
Fable adalah cerita tentang masyarakat binatang. Prilakunya dibuat mirip seperti manusia. Cerita narrative fable biasanya memberikan pelajaran nilai moral yang bagus agar dipetik oleh pembaca. Pernah dengar atau baca Animal Farm? Kalau cerita Aesop? atau cerita tentang kecerdikan si kancil memperdayai si gajah? Pasti sudah tahu kan? Cerita-cerita binatang seperti itu dinamakan fable.

Cerita fable sangat diminati dan menjadi contoh narrative text terbaik
Ya fable memang menajdi contoh favorit ketika belajar bahasa Inggris jenis teks narative. Kenapa begitu? Salah satunya yang karena muculnya complication dalam hampir semua cerita fable. Biar lebih jelas, berikut contohnya
Ya fable memang menajdi contoh favorit ketika belajar bahasa Inggris jenis teks narative. Kenapa begitu? Salah satunya yang karena muculnya complication dalam hampir semua cerita fable. Biar lebih jelas, berikut contohnya
1. The Ant And The Grasshopper
In a field one summer’s day a grasshopper was hopping about, chirping and singing to its heart’s content. An ant passed by, bearing along with great toil an ear of corn he was taking to the nest.
“Why not come and chat with me,” said the grasshopper, “instead of toiling and moiling in that way?”
“I am helping to lay up food for the winter,” said the ant, “and recommend you to do the same.”
“Why bother about winter?” said the grasshopper; we have got plenty of food at present.” The Ant went on its way and continued its toil.
When the winter came the grasshopper found itself dying of hunger while it saw the ants distributing, every day, corn and grain from the stores they had collected in the summer.
Arti Cerita Semut dan Belalang dari Teks Bahasa Inggris
Di suatu lapangan, saat musim panas, seekor belalang melompat girang, berkicau dan bernyanyi sesuka hatinya. Sementara seekeor semut sedang lewat, sambil mambawa bongkahan biji jagung dibawahnya dengan susah payah menuju sarangnya.
“Mengapa kamu tidak disini saja sambil ngobrol denganku,” kata Belalang, “dari pada lalulalang kerja keras seperti itu??”
“Aku bekerja untuk mengumpulkan makanan sebegai persediaan musim dingin nanti,” kata semut itu, “dan memeberikan contoh padamu supaya kamu juga mengumpulkan makanan seperti aku.”
“Kenapa aku harus repot-repot mengkhawatirkan musim dingin” kata Belalang; “Kami sudah punya banyak makanan saat ini.” Meskipun begitu semut itu tetap melanjutkan dan terus kerja keras.
Ketika musim dingin datang, belalang itu pun mati kelaparan, sementara si semut mendistribusikan jagung dan gandum setiap hari dari toko mereka yang sudah dikumpulkan saat musim panas yang lalu.
Generic structure Contoh Narrative Text Fable 1. Orientation: First information of the participants inside the story. From the story about ant and grasshopper below, we see the orientation as:
In a field one summer’s day a Grasshopper was hopping about. An Ant passed by… 2. Complication: What happens next among the participants of the story. This phase introduce a problem existing between or among the participants. From the example of narrative below, we see the complication is:
“Why bother about winter?” said the Grasshopper; we have got plenty of food at present.” But the Ant went on its way and continued its toil. 3. Resolution: The way a writer ends his story plot. It can be successful ending or failure one which leads to sad ending story. From the story about ant and grasshopper, we see the writer give the ending as follow:
When the winter came the Grasshopper found itself dying of hunger
2 . The Smart Monkey And The Dull Crocodile
One day there was a monkey. He wanted to cross a river. There he saw a crocodile so he asked the crocodile to take him across the other side of the river. The crocodile agree and told the monkey to jump on its back. Then the crocodile swam down the river with the monkey on his top.
Unluckily, the crocodile was very hungry, he stopped in the middle of the river and said to the monkey, “My father is very sick. He has to eat the heart of the monkey. So he will be healthy again.”
At the time, the monkey was in dangerous situation and he had to think hard. Then he had a good idea. He told the crocodile to swim back to the river bank. “What’s for?” asked the crocodile. “Because I don’t bring my heart,” said the monkey. “I left it under a tree, near some coconuts in the river bank.”
The crocodile agreed and turned around. He swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back. Then he climbed up to the top of a tree.
“Where is your heart?” asked the crocodile. “You are foolish,” said the monkey to the crocodile. “Now I am free and I have my heart.”
Arti Cerita Monyet Pintar dan Buaya Bodoh dari Teks Bahasa Inggris
Suatu hari, ada seekor monyet. Ia ingin menyeberangi sungai. Di sana ia melihat buaya sehingga ia meminta buaya untuk membawanya kesisi lain dari sungai itu. Buayapun setuju dan mengatakan kepada monyet untuk melompat di punggungnya. Kemudian buaya berenang menyusuri sungai dengan monyet di atas punggungnya.
Akan tetapi saat buaya itu merasa sangat lapar, ia berhenti di tengah-tengah sungai dan berkata kepada monyet, “Ayah saya sangat sakit. Dia harus makan jantung monyet supaya bisa sehat kembali. ”
Saat itu, monyet itu ada dalam situasi yang sangat berbahaya. Ia harus berpikir keras. Kemudian ia memiliki ide yang bagus. Iapun mengatakan kepada buaya supaya berenang kembali ke tepi sungai. “Apa?” Tanya buaya. “Karena aku tidak membawa hati saya,” kata monyet. “Aku meninggalkannya di bawah pohon, dekat pohon kelapa, di tepi sungai itu.”
Buayapun setuju dan berbalik, berenang kembali ke tepi sungai. Begitu sampai di tepi sungai, monyetpun melompat dari punggung buaya. Kemudian ia naik ke atas pohon.
“Dimana hatimu?” Tanya buaya. “Dasar buaya bodoh,” kata monyet. “Sekarang saya bebas dan tetap mempunayi jantung.”
Generic Structure Contoh Narrative Text Fable 1. Orientation: The participants or characters of the story are a smart monkey and dull crocodile.
One day there was a monkey. He wanted to cross a river. There he saw a crocodile
The time set is just one day. The story takes place in a river 2. Complication: Every narrative text must consist of conflict or problem. A simple definition of problem is when something goes and it is not what we want. In the story the complication start when the crocodile want to eats the monkey.
the crocodile was very hungry, he stopped in the middle of the river and said to the monkey, “My father is very sick. He has to eat the heart of the monkey. Of course the monkey don not want to be the crocodile’s meal and that is the problem which sets the whole story. 3. Resolution: A problem must be resolved. It can succeed or fail. In this story, the monkey succeeds to solve the problem. He get free from the hungry crocodile.
The crocodile agreed and turned around. He swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back. Then he climbed up to the top of a tree.
3. The Ugly Duckling And New FriendCerita fable the ugly duckling ini cukup terkenal tapi apakah sudah tahu bagaiaman cerita itu dibaca
One upon time, a mother duck sat on her eggs. She felt tired of sitting on them. She just wished the eggs would break out. Several days later, she got her wish. The eggs cracked and some cute little ducklings appeared. “Peep, peep” the little ducklings cried. “Quack, quack” their mother greeted in return.However the largest egg had not cracked. The mother duck sat on it for several days. Finally, it cracked and a huge ugly duckling waddled out. The mother duck looked at him in surprise. He was so big and very gray. He didn’t look like the others at all. He was like a turkey.
When the mother duck brought the children to the pond for their first swimming lesson. The huge grey duckling splashed and paddled about just as nicely as the other ducklings did. “That is not a turkey chick. He is my very own son and quite handsome” the mother said proudly. However, the other animals didn’t agree. They hissed and made fun of him day by day. Even his own sisters and brothers were very unkind. “You are very ugly” they quacked. The little poor duckling was very unhappy. “I wish I looked like them” he thought to himself. One day, the ugly duckling run away and hid in the bushes. The sad duckling lived alone through the cold and snow winter.
Finally the spring flowers began to bloom. While he was swimming in the pond, he saw three large white swans swimming toward him. “Oh, dear. these beautiful birds will laugh and peck me too” he said to himself. But the swans did not attack him. Instead, they swam around him and stroked him with their bills. As the ugly duckling bent his neck to speak to them, he saw his reflection in the water. He could not believe his eyes. “I am not an ugly duckling but a beautiful swam” he exclaimed.
He was very happy. From that day on, he swam and played with his new friends and was happier than he had never been.
Arti Cerita Bebek Buruk Rupa dan Teman Barunya dari Teks Bahasa Inggris
Suatu kala, seekot ibu bebek duduk sedang mengerami telur-telurnya. Dia sudah merasa lelah selalu mendudukinya dan berharap telur-telur akan segera menetas. Beberapa hari kemudian, harapannya pun terwujud. Telur itu retak dan beberapa bebek kecil yang lucu muncul dari dalamnya. “Peep , peep” bebek kecil menangis. “Quack, quack” ibu bebek mnyambutnya. Akan tetapi satu telur terbesar masih belum menetas. Ibu bebek pun mengerami lagi selama beberapa hari. Akhirnya, telur terbesar itupun retak dan muncullah seekero itik yang besar bertampang buruk rupa berjalan tertatih-tatih keluar dari telur itu. Ibu bebek pun menatapnya dengan heran. Ia begitu besar dan berwarna abu-abu. Ia tidak terlihat seperti saudara lainnya sama sekali. Ia mirip seperti kalkun.
Ketika ibu bebek membawa anak-anaknya ke kolam untuk belajar renang pertama kalinya. Dia memercik dan mendayung sama baiknya seperti bebek lainnya. “Dia itu bukan kalkun. Dia adalah anak ku yang cukup tampan” kata ibunyadengan bangga. Namun, hewan lain tidak setuju. Mereka mendesis dan mengolok-oloknya hari demi hari. Bahkan saudara-saudara sendiri juga tidak berlaku baik kepadanya. “Kau sangat jelek” kata mereka. Diapun merasa sangat tidak nyaman. “Aku berharap punya rupa seperti mereka” pikirnya. Suatu waktu Dia sudah tidak tahan lagi dan berlari, bersembunyi di semak-semak. Dia merasa sedih dan tinggal sendirian ditengah musim dingin yang bersalju.
Akhirnya musim semipun tiba. Ketika dia sedang berenang di kolam, ada tiga angsa putih besar berenang ke arahnya. “Astaga. burung itu pasti akan menertawakanku dan mematuk aku juga” katanya dalam hati. Ternyata angsa itu tidak menyerangnya. Sebaliknya, para angsa itu berenang disekitaranya dan mengelus-elusnya. Ketika dia sedang membungkukkan lehernya untuk berbicara kepada para angsa itu, ia melihat bayangannya sendiri didalam air. Diapun tidak bisa percaya apa yang dilihatnya. “Aku bukanlah si itik buruk rupa tapi aku adalah sekeor angsah yang cantik” serunya.
Dia merasa sangat senang. Sejak hari itu,dia berenang dan bermain dengan teman-teman barunya dan merasah lebih bahagia dari pada sebelumnya.
Generic Structure Contoh Narrative Text Fable 1. Orientation of the Narrative text: It introduces the participants which involve in the story of the Ugly Duckling. They are duck mother, Ugly duckling, duckling’s sister, and the swan. 2. Complication of the narrative text: It brings the rising conflict. In a long story, the complication should be minors and a major. In this story of ugly duckling, the major complication is that the new born duck is different form other little ducks. The difference makes him get bad treatment from others animals. As results, he is sad, unhappy and finally runs away. 3. Resolution of the narrative text: It comes to a solution for the complication. In narrative texts, a resolution can be happy ending or sad ending. In this story of the Ugly duckling, the resolution is happy one. He gets new friends who do not treat him badly.
4. The Mouse Deer And The Tiger
One day, there was a mouse deer. He was thirsty so he wanted to drink on the river.
When the mouse deer came next to the rive, a tiger approached him and wanted to eat him. Of course the mouse deer tried to escape, but the tiger run faster and caught him. In that dangerous situation the mouse deer thought hard how to escape the tiger. Then he got idea and said to the tiger, “Listen! Your mightiness and toughness are all great! But I have my own king. He has a greater strength than yours! I am sure that nobody can match his powers!” Because the tiger felt taunted, he declared that he would challenge the mouse deer’s king.
Next the mouse lead the tiger to the river, and said, “Now Look at the water. You will see my king” Foolishly the tiger looked in the river and surely saw another tiger in the water. Then he growled, but the tiger in the river imitated to growl too. Because of his too high self pride, the tiger jumped into the water, and wanted to fight. He was believing there was another tiger in the water.
The mouse deer took that opportunity to escape. After fighting with himself in the river, the tiger realized that he was fooled by the mouse deer.
Arti Cerita Kancil Dan Harimau dari Teks Bahasa Inggris
Suatu hari, ada seekor kancil. Dia merasa haus dan ingin minum di sungai.
Ketika kancil tiba di pinggir sungai itu, seekor harimau mendekat dan ingin memakannya. Tentu saja kancil mencoba melarikan diri, namun harimau berjalan lebih cepat dan menangkapnya. Dalam situasi berbahaya seperti itu, kancil berpikir keras bagaimana cara untuk melepaskan diri dari harimau itu. Lalu ia mendapat ide yang bagus dan berkata kepada harimau, “Dengar! Binatang yang tangguh dan besar! Tapi saya punya raja sendiri. Dia memiliki kekuatan yang lebih besar dari Anda! Saya yakin tidak ada yang bisa menandingi kekuatannya!” Karena harimau merasa terhina, ia menyatakan bahwa ia akan menantang raja kancil itu.
Maka kancil pun mengajak harimau ke sungai, dan berkata, “Sekarang Lihatlah kedalam air itu. Anda akan melihat raja saya” Bodohnya harimau itu, tentu saja ia melihat bayangan sekor harimau lain di sungai itu. Lalu ia menggeram, dan harimau yang tampak di sungai juga ikut menggeram. Karena kesombongan, harimau itu melompat ke dalam air untuk melawan. Ia percaya ada harimau lain di dalam air sungai itu.
Kancil pun mengambil kesempatan yang baik itu untuk melarikan diri. Setelah bertarung dengan bayangannya sendiri di sungai, harimau itu baru menyadari bahwa ia tertipu oleh kancil.
Generic structure Contoh Narrative Text Fable 1. Orientation: there were a mouse deer and a tiger on the river bank 2. Complication: a tiger approached a mouse deer and wanted to eat him. 3. Resolution: the tiger realized that he was fooled by the mouse deer.
5. The Mouse Deer and The Elephant
One day, there was a mouse deer. He was trapped in a hole that had been made by a group of hunters.
The mouse deer screamed for help but no one heard him. It was hopeless for him to escape from the trap. He waited and waited and finally an elephant came. He was happy and asked for help but the elephant was not smart enough to help him. The elephant did not know how to do.
In the end, the mouse deer got a bright idea. He said to the elephant, “Come down here! Come down to this hole so you can help me get out!” Foolishly The elephant agreed and followed the mouse deer’s order. The elephant jumped down to the hole.
Of course the mouse deer quickly hopped on the elephant’s body and then hopped out of the hole. He was free and leaving the elephant trapped in the hole in turn.
Arti Cerita Si Kancil dan Gajah dari Teks Bahasa Inggris
Suatu hari, hidupla kancil. Ia sedang terjebak didalam sebuah lubang yang telah dibuat oleh sekelompok pemburu.
Kancil tersebut berteriak meminta tolong, tapi tidak ada yang mendengarnya. Tidak ada harapan lagi baginya untuk bisa lepas dari perangkap lobang itu. Iapun menunggu dan menunggu dan akhirnya seekor gajah datang. Kancil tersebut merasa senang dan meminta pertolongan gajah tapi gajah itu tidak cukup cerdas untuk bisa membantunya. Gajah itu tidak tahu bagaimana cara menolongnya.
Pada akhirnya, kancil pun punya ide cemerlang. Ia berkata kepada gajah, “Ayo ke sini! Ayo masuklah ke lubang ini sehingga kamu bisa membantu aku keluar dari lobang ini” Bodohnya Gajah itu, menyetujui dan mengikuti perintah kancil tersebut. Gajah itupun melompat kedalam lubang.
Tentu saja kancil tersebut dengan cepat melompat ke atas tubuh gajah tersebut kemudian melompat keluar dari lubang. Iapun bebas dan meninggalkan gajah sendirian terjebak di dalam lubang itu.
Note on the generic structure Contoh Narrative Text Fable 1. Orientation: Pengenalan tokoh cerita kapan dan dimana terjadinya. Pada cerita si kancil dan gajah diatas, jelas dinyatakan bahwa orientasinya adalah si kancil itu sendiri dan seekor gajah disuatu waktu.
One day, there was a mouse deer. He was trapped in a hole that had been made by a group of hunters. 2. Complication: Pertentangan atau permasalahan. Konsep dasar masalah keinginan yang tidak seperti kenyataan. Si kancil ingin keluar dari jebakan tapi tidak bisa. Pun si gajah tidak tahu cara menolong si kancil.
The mouse deer screamed for help but no one heard him.
He was happy and asked for help but the elephant was not smart enough to help him. 3. Resolution: Pada akhirnya dengan sedikit tipu daya, si kancil bisa keluar dari jebakan sementara si gajah si penolong mlah terjebah sendiri.
He was free and leaving the elephant trapped in the hole in turn.
6. The Rabbit And The Bear
Once upon a time, there lived as neighbors, a bear and a rabbit. The rabbit was a good shot. In contrary, the bear was always clumsy and could not use the arrow to good advantage.
One day, the bear called over the rabbit and asked the rabbit to take his bow and arrows and came with bear to the other side of the hill. The rabbit was preventing to arouse the bear’s anger so he could not refuse it. He consented and went with the bear and shot enough buffalo to satisfy the hungry family. Indeed he shot and killed so many that there was lots of meat left after the bear and his family had loaded themselves and packed all they could carry home.
The bear was very gluttonous and did not want the rabbit to get any of the meat. The rabbit could not even taste the blood from the butchering as the bear would throw earth on the blood and dry it up. The poor rabbit would have to go home hungry after his hard day’s work.
The bear was the father of five children. The youngest child was very kind to the rabbit. He was very hearty eater. The mother bear always gave him an extra large piece of meat but the youngest child did not eat it. He would take it outside with him and pretended to play ball with the meat. He kicked toward the rabbit’s house and when he got close to the door he would give the meat with such a great kick. The meat would fly into the rabbit’s house. In this way, the poor rabbit would get his meal unknown to the papa bear.
Arti Cerita Kelinci dan Beruang dari Teks Bahasa Inggris
Suatu masa, hiduplah dua binatang yang saling bertetangga, seekor beruang dan kelinci.Sang kelinci adalah seorang pemanah yang baik. Sebaliknya, beruang itu selalu canggung dan tidak bisa memanfaatkan anak panah sama sekali.
Suatu hari, beruang itu memanggil kelinci dan memintanyai untuk mengambil busur dan panah dan pergi bersama beruang ke sebuah bukit. Untuk menghindari kemarahan beruaang, kelinci menurut saja dan tidak bisa menolak ajakan itu. Dia setuju dan pergi dengan beruang dan memanah cukup banyak kerbau untuk memenuhi keluarga beruang yang lapar. Kelinci itu memang memanah dan mendapatkan begitu banyak daging memenuhi kebutuhan beruang dan keluarganya. Mereka mengambil daging itu dan membawahnyapulang.
Beruang itu sangat rakus dan tidak ingin kelinci mendapatkan daging hasil panahannya. Sang kelinci bahkan tidak bisa merasakan darah daging kerbau itu karena beruang akan segera mengeringkannya. Kelinci yang miskin itu harus pulang dengan rasa lapar setelah bekerja keras seharian.
Beruang itu adalah ayah dari lima anak. Anak bungsu beruang sangat baik kepada kelinci. Dia sangat suka makan. Ibu beruang selalu memberinya tambahan potongan besar daging tetapi anak bungsu beruang itu tidak memakannya. Dia mengambil dagaing itu ke luar rumah dan berpura-pura untuk bermain bola dengan daging itu. Dia menendang-nendang daging itu ke arah rumah kelinci dan ketika sudah dekat di pintu rumah kelinci, anak beruang itu akan memberikan daging itu dengan cara menendangnya dengan keras. Daging itu terbang ke dalam rumah kelinci. Dengan cara itu, kelinci yang miskin mendapatkan makanan nya dan tidak diketahui oleh ayah beruang.
Generic Structure Contoh Narrative Text Fable 1. Orientation; the introduction of what is inside the text. What text is talk in general. Who involves in the text. When and where it happen. 2. Complication; what happens with the participants. It explores the conflict among the participants. Complication is the main element of narrative. Without complication, the text is not narrative. The conflict can be shown as natural, social or psychological conflict. 3. Resolution; this is the phase where the participants solve the problem aroused by the conflict. It is not matter whether the participants succeed or fail. The point is the conflict becomes ended.
7. The Mouse Deer And Crocodile
Once upon time there were a smart mouse deer. He lived near a river. The mouse deer used to go to the river to drink.
One day, the mouse deer was thirsty. He wanted to drink in the river but he knew that crocodiles were staying and waiting underwater to eat him. He thought hard and got bright idea. He said out loudly. “I will put in my leg and find out whether the water is warm or not” Of course the mouse deer did not do what he said. He did not put his leg but the mouse deer took a wood stick and put one end into the water. Blurrr…! Surely a crocodile grabbed the wood stick and pulled it underwater. Seeing that, the mouse deer laughed and said “Stupid crocodile! Can’t you see the difference between a wood stick and a leg?” Then the mouse deer ran to another side of the river and drink some water.
On the following day, the mouse deer was hungry. He wanted to eat some grass on the side of the river so he had to to cross the dangerous river which was full of crocodiles. Again he thought hard and found another smart idea and said loudly “Crocodiles come up!” then some crocodiles rose from the water. They looked happy and saw their sharp teeth and said “Hello, Mouse Deer. Do you come to be my lunch? We are hungry” The mouse deer just smiled and replied. “Sorry, Crocodiles, not today, I come to you to bring an invitation from the king. You are invited to the party. The king ordered me to count all crocodiles in this river so he knew how to prepare enough meal for you.”All the crocodiles felt happy and said “Really…? Tell us what to do,” said a crocodile. “You have to line up from this side of the river to the other side,” said the mouse deer. Not long after that the crocodile got all his friends and family. He ordered to lined up across the river.
The mouse deer then jumped on the Crocodile’s back. “One,” the mouse deer counted. He jumped onto the next crocodile, “Two.” And he jumped again on the next crocodile, “Three.” he kept jumping until he arrived on the other side of the river. “Just enough,” said the mouse deer. “I have counted all of you” He laughed and ran to the field of grass.
Arti Cerita si Kancil yang Cerdik Dan Buaya yang Bodoh dari Teks Bahasa Inggris
Suatu waktu ada seekor yang kancil pintar. Dia tinggal di dekat sungai. Kancil itu sering pergi ke sungai untuk minum.
Suatu hari, kancil merasa haus. Dia ingin minum di sungai, tapi ia tahu bahwa ada buaya yang tinggal dan menunggu di bawah air yang bisa memakan dia. Dia berpikir keras dan mendapat ide cemerlang. Dia berkata dengan nyaring. “Saya akan memasukkan kaki saya supaya tahu apakah airnya hangat aatu tidak” Tentu saja kancil tidak melakukan apa yang dia katakan. Dia tidak memasukkan kakinya ke dalam air suangai itu sebagai gantinya dia mengambil sebatang tongkat kayu dan memasukkanya satu ujung ke dalam air. Blurrr …! Tentu saja buaya itu meraih tongkat kayu dan menariknya ke bawah air. Melihat itu, kancil tertawa dan berkata “Buaya bodoh! Apakah kamu tidak bisa membedakan antara tongkat kayu dan kaki?” Kemudian kancil berlari ke sisi lain dari sungai dan minum air.
Pada hari berikutnya, Kancil merasa lapar. Dia ingin makan beberapa rumput di sisi sungai sehingga dia harus menyeberangi sungai yang berbahaya yang penuh engan buaya itu. Sekali lagi ia berpikir keras dan menemukan ide cerdas lain dan berkata keras “Buaya datanglah!” Kemudian beberapa buaya muncul ke permukaan air. Mereka tampak bahagia dan memperlihatkan gigi tajam sambil berkata “Halo, Kancil. Apakah kamu datang untuk menjadi menu makan siang kami? Kami sudah lapar” Kancil hanya tersenyum dan menjawab. “Maaf, Buaya, tidak hari ini, saya datang kepada kalian untuk membawa undangan dari raja. Kalian diundang ke pesta. Raja memerintahkan saya untuk menghitung semua buaya di sungai ini sehingga beliau tahu bagaimana mempersiapkan makanan bagi kalian nanti.” Semua buaya merasa bahagia dan mengatakan “Benar, benarkah? Beritahu kami apa yang harus kami lakukan,” kata buaya. “Kalian harus berbaris dari sisi sungai ini sampai ke sisi lainnya,” kata kancil. Tidak lama setelah itu buaya menmanggil semua teman-teman dan keluarganya. Dia memerintahkan untuk berbaris berjejer dari satu sisi sungai samapi sisi lainnya.
Kancil itu kemudian melompat di punggung buaya. “Satu,” kancil menghitung. Dia melompat ke buaya berikutnya, “Dua.” Dan ia melompat lagi pada buaya berikutnya, “Tiga.” Dia terus melompat sampai tiba di sisi lain sungai. “Cukup sudah,” kata kancil. “Saya telah menghitung kalian semua” Dia tertawa dan berlari ke lapangan yang penuh dengan rumput.
Generic Structure Contoh Narrative Text Fable 1. Oreintation: Informasi apa, siapa, kapan dan dimana
Once upon time there were a smart mouse deer. 2. Complication: Gambaran konflik diatara para pelaku cerita
He wanted to eat some grass on the side of the river so he had to to cross the dangerous river which was full of crocodiles. 3. Resolution: Cara konfli itu diakhiri oleh penulis cerita
The mouse deer then jumped on the Crocodile’s back.
8. The Mouse And The Frog
Once, there was a mouse which made of close friendship with a frog.
One day, the frog said to the mouse; “Let’s bind ourselves together with a string so that we may never get separated”. The mouse agreed. Both tied themselves together leg to leg. It went quite well on land. When they came to a small pool, it was a tragic for the mouse.
In the end, the frog kept swimming across the small pool dragging the mouse with him. Soon, the mouse drowned and floated on the surface of the pool.
Arti Cerita Tikus dan Katak dari Teks Bahasa Inggris
Suatu ketika, ada seekor tikus yang berteman baik dengan seekor katak.
Suatu hari, si katak berkata kepada tikus itu, “Ayo kita mengikat diri kita bersama dengan seutas tali supaya kita tidak mungkin lagi terpisahkan”. Tikus itupun menyetujui. Keduanya mengikat kakinya bersama. Hal ini berlangsung cukup baik saat masih di daratan. Ketika mereka tiba di sebuah kolam kecil, ikatan tali itu menjadi sebuah musibah bagi si tikus.
Pada akhirnya, si katak tetap berenang menyebrangi kolam kecil itu sambil menyeret tikus dengan kakinya. Maka segera saja, si tikus pun tenggelam dan mengapung di permukaan kolam itu.
Generic Structure Contoh Narrative Text Fable 1. Orientation: The frog and the mouse were in once time 2. Complication: They wanted to make “true friendship”. They didn’t want to be separated so they tied together 3. Resolution: The mouse had to pay for their “true friendship” he was drowning and floating on the pool
9. The Crow and The Jug
On a hot day, a thirsty crow flew over a field looking for water. For a long time, she could not find any. She left very exhausted. She almost gave up.
Suddenly, she saw water jug below her. She flew straight down to see if there was any water inside. It was surprised because there was some water inside the jug.
The crow tried to push her head into the jug. Sadly she found that the neck of the jug was too narrow. Then she tried to push the jug down for the water to flow out but she found that the jug was too heavy.
The crow thought hard for a while. Then she was looking around. She saw some pebbles. She suddenly had a good idea. She started picking up the pebbles one by one, dropping it into the jug. As more and more pebbles filled the jug, the water level kept rising. Soon it was high enough for the crow to drink. “It’s working” she said.
Arti Cerita Gagak dan Botol Air dari Teks Bahasa Inggris
Pada suatu hari yang panas, seekor gagak yang haus terbang di atas lapangan mencari air. Untuk waktu yang lama, dia tidak bisa menemukan apapun. Diapun pergi dengan rasa lelah yang sangat. Dia hampir menyerah.
Tiba-tiba, dia melihat sebuah kendi air di bawahnya. Dia terbang lurus ke bawah untuk melihat apakah masih ada air didalam kendi itu. Dia terkejut ternyata masih ada air sedikit di dalam kendi.
Gagak itu mencoba untuk mendorongkan kepalanya ke dalam kendi. Sayang sekali, dia mendapati bahwa leher kendi itu terlalu sempit. Kemudian dia mencoba untuk membalikkan kendi itu dan mengalirkan airnya keluar tapi kendi itu terlalu berat.
Gagakpun berpikir keras beberapa saat. Lalu dia melihat sekeliling. Dia melihat beberapa kerikil. Dia tiba-tiba punya ide yang cemerlang. Dia mulai mengambil kerikil satu per satu, menjatuhkannya ke dalam kendi. Karena semakin banyak kerikil didalam kendi, tingkat air terus naik. Tak lama setelah itu, tingkat air didalam kendi itu sudah cukup tinggi. Burung gagak itupun bisa minum. “Berhasil” dia berkata.
Generic Structure Contoh Narrative Text Fable 1. Orientation; introducing specific participants; a crow 2. Complication; revealing a series of crisis: the thirsty crow found some water inside the jug but she could not find the way to drink it 3. Resolution; the crisis is resolve: the crow found the way to drink water from the jug by filling the jug with some pebbles.
Itulah 9 contoh teks narrative fable (cerita tentang binatang) dalam bahasa Inggris dilengkapi dengan arti terjemahan sekaligus file bacaan MP3 nya dan agar lebih mudah dalam belajar jenis teks naratif disertakan juga analisa generic structure
Tidak ada komentar:
Posting Komentar